Refrensi Buku: Kreatif Ala Wahyu Aditya ( Kementrian Desain Republik Indonesia)

Sebelum masuk ke Materi, ijinkan Escom Indonesia mengenalkan Wahyu Aditya, dia adalah pemilik dari Kementrian Desain Republik Indonesia. Pernah bekerja di Trans Corp. Founder dari HelloFest – Acara Keren yang berisi tentang cosplay fashion, film dokumenter competition- Artikel berikut adalah beberapa cuplikan dari buku Sila ke 6: Kreatif Sampai mati karangannya.

Judul : Sila ke-6 : Kreatif Sampai Mati!
Penulis : Wahyu Aditya
Penerbit : Bentang Pustaka
Kategori : Non Fiksi – Kemampuan Kreatif
Tebal : 320 Halaman
Harga : Rp 59.000

Official Facebook #KSM : http://facebook.com/bukuksm
Goodreadshttp://www.goodreads.com/book/show/17255291-sila-ke-6

1. Setiap Karya Ada Peminatnya

Hal ini harus diingat dalam berkarya, agar kita PD dalam berkarya. Kadang kita merasa takut dalam berkarya, takut kalau karya kita jelek tidak ada orang yang mau lihat. Banyak lukisan yang biasa saja bernilai mahal. Jangan pernah takut untuk berkarya. Dengan kita berani berkarya, kita akan mendapatkan umpan balik. Jangan pernah takut berkarya. menurut kita jelek belum tentu menurut orang lain jelek. Masih banyak pihak yang mengapresiasi karya kita

2. Spontan

Karya yang dihasilkan secara spontan biasanya menjadi sesuatu yang bagus. Terkadang kreatifitas itu muncul dengan tiba tiba tanpa terencana. Spontan itu tak ada paksaan dari siapapun. dengan Spontan kita tidak tahu endingnya, kreator dibuat penasaran dengan karya kita sendiri.

Salah satu karya wahyu aditya adalah koin peduli prita. Ketika ada kasus Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang digugat oleh sebuah Rumah Sakit Internasional.

Kala itu banyak masyarakat yang merasa terusik dan gerah melihat ketimpangan keadilan yang dialami prita.

Dia digugat 204 juta rupuah atas curhatannya melalui email tentang keluhan perawatan yang dia alami. Pihak rumah sakit menganggap keluhan tersebut sebagai pencemaran nama baik.

Dalam waktu yang relatif singkat, ribuan masyarakat Indonesia secara spontan berinisiatif menggalang dana dengan mengumoulkan kon koin untuk membayar gugatan tersebut sebagai bentuk perihatinan arogansi sebuah institusi rumah sakit.

-Sila ke 6: Kreatif Sampai Mati- ___Wahyu Aditya

Kreatif sampai mati wahyu aditya

Spontan Sumber: kdri.co

3. Meniru Dulu Sebelum Menghasilkan Karya Baru

Hal seperti ini biasanya dilakukan tidak hanya oleh seniman yang baru, seniman amatir. Kadang untuk seniman profesional pun meniru atau bahasa kerennya terinspirasi. Banyak musisi tanah air yang terinspirasi oleh musisi internasional. Seperti Putri bahar yang lagunya “terinspirasi” oleh Meghan Trainor ( All About That Bass vs Pusing pala Barbie). Ada juga Musisi Internasional yang terinspirasi oleh musisi lokal mulai dari foto hingga musik, katty perry terinspirasi oleh nike ardila. Meniru itu berbeda dengan plagiat. Plagiat adalah melakukan “Copy- paste” niru plek, tanpa diubah, atau diberi makna lain

Apakah tahap awal dalam berkarya? Jawabannya adalah meniru karya terlebih dahulu. Meniru untuk berlatih.

Meniru tak sama dengan plagiat. Plagiat adalah melakukan “Copy paste” tanpa penambahan makna. Menyalin karya orang lain menjadi seolah-olah karya tersebut milik kamu. mengklaim karya pihak lain tanpa izin dan menjadikannya seakan kepunyaanmu sendiri.

Meniru, atau meng-“copy” adalah cara berlatih dengan sistem teknik yang dibalik. seperti ahli mekanik yang membongkar mobil untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya.

Pada saat masih kecil. Kita sering belajar meniru perilaku orangtua, panutan, dan idola kita. Saya mulai belajar menggambar pada era 1980-an. Saat itu acara “Mari Menggambar Bersama Pak di TVRI setiap sore tidak pernah saya lewatkan.

__Wahyu Aditya

Kreatif Sampai Mati Wahyu Aditya, IT Solution Banyuwangi, Perusahaan IT di Banyuwangi

Kreatif Sampai Mati Wahyu Aditya

 

Kreatif itu penting.
dalam berbisnis tanpa kreatif. Bisnis kita akan cepat tumbang.

Kreatif itu berbeda,
Kreatif itu membalikkan cara pandang,
Kreatif itu butuh niat kuat.

-Wahyu Aditya-

Iklan

One comment

  1. rahmadinata · Maret 16, 2015

    Reblogged this on Rahmadinata and commented:
    Refrensi Buku Kreatif sampai mati oleh Escom indonesia

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s